Tradisi Turun Temurun Gentong Haji di Cirebon

Tradisi merupakan ritual turun temurun yang sampai sekarang masih dilaksanakan oleh sebagian besar orang. setiap kota atau daerah memiliki tradisi yang berbeda-beda.

Misalnya di Cirebon masih ada tradisi unik yang berusia ratusan tahun saat pelaksanaan ibadah haji. Namanya gentong haji. Keluarga jemaah haji menyediakan gentong berbahan tanah liat yang diisi air minum di depan rumahnya setelah jemaah diberangkatkan ke tanah suci.

Tradisi Turun Temurun Gentong Haji di Cirebon
Tradisi Turun Temurun Gentong Haji di Cirebon

Seperti yang dilakukan keluarga Mochamad Fauzi dan Ani Ramini warga Desa Suranenggala, Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Keduanya tercatat sebagai calon jemaah haji gelombang pertama kloter 36. Pasangan suami-istri itu berangkat ke tanah suci pada hari ini.

“Ini merupakan tradisi turun temurun yang dilakukan nenek moyang kami. Gentong haji ini sebagai tanda bahwa rumah tersebut ada keluarga yang sedang beribadah haji,” kata Ugi Sugiarto salah seorang saudara dari Fauzi dan Ani Ramini saat berbincang dengan detikcom di kediamannya.

Lebih lanjut, Ugi menjelaskan makna tradisi gentong haji merupakan bentuk ikhtiar keluarga calon jemaah haji agar diberikan kelancaran saat beribadah. Selain menyediakan gentong haji, lanjut dia, keluarga calon jemaah haji juga berikhtiar membaca Surat Yasin.

“Gentong haji ini kan memberikan air minum kepada orang yang lewat depan rumah. Tujuannya agar orang yang meminum ini bisa mendoakan yang sedang beribadah haji. Di sana kan panas, filosofisnya agar jemaah di sana mendapatkan kesejukan karena air gentong kan adem,” ucap Ugi.

Sementara itu warga setempat Arif mengaku sering meminum air dari gentong haji. Ia berharap dengan meminum air dari gentong bisa mendapatkan hidayah agar segera naik haji.

“Ya tadi lewat, terus minum. Ya semoga bisa tertular. Memang ini tradisi di Cirebon.