Fakta Unik dan Manfaat Tanaman Jewawut

Jewawut adalah rumput yang biasanya diabaikan, tetapi di balik itu semua ternyata tanaman ini memiliki segudang manfaat dan beberapa fakta unik. Berikut ulasannya:

1. Asal usul tanaman Jewawut

Jelai telah dibudidayakan sejak 5000 SM di Cina dan 3000 SM di wilayah Eropa. Selain Asia dan Eropa, gandum juga merupakan makanan pokok yang penting di Afrika Utara.

Jewawut diperkenalkan ke Indonesia melalui China yang bermigrasi sekitar 3000 tahun yang lalu. Sejak itu, Jewawut mulai dikenal luas di Indonesia dan bahkan dijadikan makanan pokok oleh beberapa daerah. Daerah-daerah yang tercatat telah menjadikan Jewawut sebagai makanan pokok adalah Enrekang, Pulau Rote, Pulau Sumba, dan lainnya.

Fakta Unik dan Manfaat Tanaman Jewawut
Fakta Unik dan Manfaat Tanaman Jewawut

2. Kandungan nutrisi Jewawut lebih tinggi dari beras

Meskipun kurang populer daripada beras, kandungan nutrisi aktual Jewawut adalah tiga hingga lima kali lebih banyak daripada beras. Dilaporkan oleh Departemen Pertanian Indonesia, Jewawut mengandung nutrisi yang sangat tinggi. Kandungan karbohidrat jelai mencapai 84,2% dan protein 10,7%, lemak 3,3%, dan serat 1,4%.

Dilaporkan dari jurnal yang diterbitkan dalam Field Crop Research Volume 124 dan juga International Journal of Computer Application Volume 87 No.3, barley juga mengandung mineral seperti classium, zat besi, magnesium, fosfor, seng, dan kalium. Selain itu, ada juga vitamin C, B1 dan B2.

3. Jewawut dapat mengurangi kadar gula darah

Rumah Sakit MV untuk Diabetes di India melakukan penelitian untuk menemukan makanan yang dapat mengurangi kadar gula darah. Penelitian ini dilakukan pada 105 pasien yang dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama diberi loyang yang terbuat dari Jewawut dan kelompok kedua diberi loyang yang terbuat dari beras.

Menurut peneliti, hasil penelitian menunjukkan bahwa jelai dapat membantu mengelola diabetes. Ini karena glikemik jelai rendah sementara konten yang menyertainya tinggi.

4. Jewawut masih dibudidayakan secara tradisional di Desa Kaluppini, Enrekang, Sulawesi Selatan

Meskipun sangat jarang membudidayakan Jewawut, masih ada daerah yang ingin mempertahankannya meski hanya dalam jumlah kecil. Salah satu daerah yang masih mempertahankan budidaya Jewawut sampai sekarang adalah Desa Kaluppini, yang terletak di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan.

Orang Enrekang tahu gandum dengan nama bar atau bar. Di beberapa desa di Enrekang, ada ritual tradisional dalam bentuk panen ucapan syukur dan menghormati leluhur. Dalam acara ini, ba’an adalah makanan yang wajib dimiliki. Untuk alasan ini, masih dipertahankan oleh beberapa orang meskipun sangat jarang.

5. Jewawut lezat disiapkan

Orang biasanya makan Jewawut setelah memasaknya dengan santan, baik dimasak kering seperti nasi atau dibuat menjadi bubur. Namun, seiring perkembangan zaman sudah banyak olahan Jewawut, walaupun jarang ditemukan. Salah satu produk olahan yang sering dibuat adalah Baje ‘, khas Enrekang. Selain itu, ada yang lebih kreatif dengan menjadikan Jewawut sebagai bahan utama kue, bahan untuk salad, dan lainnya